Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Penurunan Frekuensi Diare Pada Anak Balita Di Rumah Sakit Umum (RSUD) Rokan Hulu

Authors

  • Rika Herawati Dosen Prodi D III Kebidanan UPP

Keywords:

Pemberian madu, Frekuensi Diare, Anak Balita.

Abstract

Pengertian Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai kematian. Penyakit diare masih merupakan Masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Berdasarkan kajian dan analisis dari beberapa survey yang dilakukan pada golongan balita, diare adalah 1.5 kali per tahun. Kematian balita akibat diare terjadi karena tidak ditolong secara dini dan tidak diberikan pengobatan yang tepat. Secara teoritis diperkirakan 10% dari penderita diare akan meninggal akibat terjadinya proses dehidrasi berat bila tidak diberi pengobatan. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian madu terhadap penurunan frekuensi diare pada anak balita. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan Rancangan Praeksperimen dengan pendekatan pretest posttest dengan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 14 responden anak balita yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 7 kelompok kasus dan 7 kelompok kontrol. Hasil penelitian dari analisa data Rata-rata terjadi penurunan frekuensi diare setelah diberikan madu (2.1 kali), dibandingkan dengan frekuensi diare sebelum diberikan madu (7.5 kali) dengan standar deviasi (1.7 kali) dan standar error (0.6 kali). Kesimpulan Ada pengaruh penurunan frekuensi diare sebelum dan sesudah pemberian madu pada anak balita di RSUD ROHUL dengan (p value = 0.0001). Saran institusi/ RSUD ROHUL diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi pihak rumah sakit bahwa madu dapat menurunkan frekuensi diare pada anak balita dan dapat dijadikan terapi alternative.  

References

Dewi. Vivian N. L. (2011). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta:

Salemba Medika

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2010). Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun

(online. http: //www.KepMenKesRiau.id/digilib/files/disk1/27/011675-1-laporan-1.pdf. Diakses tanggal 17 Januari 2017)

Hammad, S. (2012). 99 Resep Sehat dengan Madu.Solo: Aqwa medika

Hadharah, Tim Darul. (2014). Sehat Dengan Terapi Madu. Solo: Kiswah Media

Hidayat. (2007). Metode pengambilan Data dan Tekhnis Analisis Data. Jogjakarta: Salemba Medika.

Hidayat, A.A.A. (2008). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015. (online. http: //www.DinkesRIacc.id/digilib/files/disk1/27/01-1675-1laporan-17.pdf. Diakses Januari 2017)

Mandiri, Tim Karya Tani. (2010). Pedoman Budidaya Beternak Lebah Madu. Bandung: Nuansa Aulia

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pediatri, S. (2011). Pengaruh Pemberian Madu Pada Diare Akut, (online), Vol. 12, No. 5. (file:///C:/user/acer/download/484-1220-1-SM.pdf Diakses Januari 2017)

Puspitayani, D, Fatimah, L. (2014). Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Penurunan Frekuensi Diare Anak Balita di Desa Ngumpul, Jogoroto, Jombang, (online), Vol. 4 No. 2, (http://download.portalgaruda.org/articel.p hp?artikel=456788val=65415title=pengaruh%pemberian%madu%20terhada p%penurunan%frekuensi%diare%anak%balita%di%desa%ngumpul%jogor oto%jomnbang Diakses Desember 2016)

Rukiyah, A. Y, dan Yulianti, L. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita, Jakarta: Trans Info Media

Saryono, dan Anggraini, M.D. (2013). Metodologi Penelitian Kuantatif dan Kuantatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Sodikin. (2011). Keperawatan Anak Gangguan Pencernaan. Jakarta: EGC

Suriadi & Yuliani, R. (2010). Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta: Sagung Seto

Downloads

Published

2020-08-31